AIESEC in UNDIP Kirimkan 86 Mahasiswa ke Luar Negeri melalui Program Global Volunteer

AIESEC in UNDIP Kirimkan 86 Mahasiswa ke Luar Negeri melalui Program Global Volunteer

AIESEC in UNDIP secara resmi mengirimkan 86 Mahasiswa untuk melakukan program exchange di luar negeri melalui program Global Volunteer. 86 Mahasiswa ini bukan hanya berasal dari Undip, tetapi juga berasal dari Universitas lain yang berada di Kota Semarang seperti Unika dan Unnes dengan komposisi 90% Mahasiswa Undip dan 10% Mahasiswa Universitas lainnya. 86 Mahasiswa ini nantinya akan menjadi representatif negara Indonesia dalam menjalankan project sosial di luar negeri seperti Thailand, Mainland Of China, India hingga Romania.


Berbeda dengan program exchange pada umumnya yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Universitas luar negeri, program exchange yang diadakan oleh AIESEC ini dirancang untuk meberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk berpartisipasi dalam menjalankan project sosial berskala Internasional di luar negeri selama 6 hingga 8 minggu. Project yang akan dijalankan memiliki isu yang beragam seperti edukasi, budaya, lingkungan, kesehatan hingga entrepreneurship. Nantinya Mahasiswa yang dikirim keluar negeri ini akan menjalankan project sosial bersama dengan mahasiswa lain yang bersal dari berbagai negara di dunia. Program Global Volunteer ini bertujuan untuk mengkoneksikan anak – anak muda dari seluruh dunia agar mereka bisa saling memahami satu sama lain serta memiliki pandangan yang sama tentang kondisi dunia saat ini sehingga nantinya mereka dapat menciptakan dunia yang lebih baik di masa yang akan datang.


Seluruh mahasiswa yang akan berangkat keluar negeri ini secara resmi dilepas oleh Rektor Universitas Diponegoro, Bapak Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.H. Beliau berpesan agar mahasiswa dapat mengambil pelajaran sebanyak – banyak nya dari program ini dan selalu menjaga nama baik Universitas maupun negara Indonesia di mata dunia. Beliau juga menyampaikan bahwa program Global Volunteer ini nantinya akan di sinergikan dengan program Universitas untuk menjadi semacam program KKN Internasional.

What to avoid when dealing with millennials

What to avoid when dealing with millennials

What can be the basic mistakes when company dealing with generation Y? Let`s take a closer look. 


1. Not offering enough opportunities in the workplaces

Millennials are very driven. They need to know how deep they can dig. Give them space to discover more and make them see that there is so much to offer by the company. Held as many trainings as possible, such as leadership training, self-improvement training, etc. Make the millennial believe that the companies offer such unlimited yet well-elaborated content they can discover in order for them to give themselves opportunities to improve and develop themselves.


2. Unclear explanation of the training’s purpose

Millennials are very concern about their career development and have such huge need to know about things in details. Make sure to make them see how the training being given by your company is applicable to long-term career growth.


3. Failure to coach

When it comes to millennials, everything is about engagement, not just entitlement. Set up a great coaching relationship can help them evaluate their progress. Make them learn much in the progress itself rather than too focusing on the outcomes. Also, provide enough feedback as you coach them, because millennial really need to know if they are doing a great job.




4. Leaving the technology behind

This is the most crucial one. One of the greatest strength of the millennial is their sound knowledge of technology. In fact, 70% have “friended” their managers and/or co-workers on Facebook. Therefore, the millennials have zero tolerance for outdated system. They are very interested in connecting with others through what-so-called nowadays as social media. Welcoming the technology and keep up with it is the best way to engage with the millennial.

As long as your company is not doing any of those 4 potential mistakes, then at least your company is on the right track in starting the new engagement strategy to welcome your millennial.