Youth Finsight Laksanakan Survey ke Desa Tertinggal di Kepulauan Riau

 

Dampak yang kami buat untuk desa tertinggal di Kepulauan Riau

 

 

Survey ke desa tertinggal di Kepulauan Riau

 


Adra Sari, on-ground surveyor Youth Finsight, berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke beberapa desa di Provinsi Riau. Kunjungan yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 5 September 2018 ini bertujuan untuk melakukan wawancara dan mengajak masyarakat setempat mengisi survey. Wawancara dan survey nasional adalah dua cara selain Forum Group Discussion yang dilakukan Youth Finsight untuk mengumpulkan data mengenai kondisi dan wawasan pemuda usia 15-29 tahun di Indonesia.

Pelaksanaan survey tersebut dilaksanakan di desa berikut : Desa Tanjung Belit, Desa Rambah Hilir Timur, Desa Bangun Purba Timur Jaya dan Tangun. Selain melakukan pengambilan data, Adra juga melakukan sosialisasi mengenai topik keuangan kepada masyarakat setempat. Sosialisasi tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat mengingat akses terhadap informasi sejenis masih sangat terbatas di daerah mereka..




Usai ikut serta dalam kegiatan pengambilan data dan sosialisasi, banyak warga yang mengemukakan harapan mereka akan adanya pelatihan keuangan yang bisa diadakan di desa mereka. “Ingin sekali kalau ada pelatihan keuangan, apalagi gratis! Kan mau juga sukses setidaknya punya usaha kecil-kecilan” Ujar salah seorang responden dari Bangun Purba. Para peserta survey dan wawancara menyadari betul bahwa wawasan keuangan mereka masih sangat terbatas dan sadar pengetahuan tentang pengelolaan keuangan bisa membantu mereka lebih maju.

Selain melakukan pengambilan data di Provinsi Riau, Youth Finsight juga melakukan inisiatif yang sama di seluruh provinsi di Indonesia. Seluruh data yang terkumpul melalui survey nasional, wawancara, dan Forum Group Discussion akan digunakan sebagai referensi oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Asian Development Bank dalam merancang program dan strategi guna mencapai target keuangan inklusif nasional sebesar 75% pada 2019.

Mengenalkan Youth Finsight kepada Anak Muda

 

Mengenal lebih dekat kegiatan-kegiatan yang telah kami lakukan untuk mengenalkan Youth Finsight

 

 

Youth Finsight Jelaskan Keuangan Inklusif ke 300 Mahasiswa dari 26 Universitas di National Conference yang diadakan oleh AIESEC in Indonesia

 


Youth Finsight menggaet AIESEC Indonesia sebagai partner utama dalam mengkomunikasikan kegiatannya. Salah satu bentuk kerjasama tersebut adalah edukasi mengenai keuangan inklusif di konferensi nasional AIESEC yaitu National Functional Summit (NFS) 2018. Konferensi yang diadakan di Halogen Hotel, Surabaya ini dihadiri oleh 300 Mahasiswa dari 26 Universitas di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Savira Qurrata Aini, communication strategist Youth Finsight, menjelaskan betapa keuangan inklusif sangat penting dan bagaimana anak muda Indonesia bisa memberikan dukungan melalui partisipasi mereka di Youth Finsight. Selain memberikan edukasi terhadap peserta, Savira juga mengajak para peserta untuk mengisi survey nasional Youth Finsight dan mensosialisasikan survey tersebut melalui media sosial mereka.



 

Youth Finsight Mengajak Anak Muda Merencanakan Pendidikan Melalui Keuangan Inklusif

 


Youth Finsight mendapat kehormatan untuk berbagi wawasan keuangan inklusif di WISH Forum (World Indonesia Scholarship Forum) 2018 di Aula Plaza Kemendikbud, Jakarta. Pada kesempatan ini, Jorry Saroinsong, koordinator surveyor Youth Finsight, memperkenalkan Youth Finsight dan keuangan inklusif terhadap ratusan peserta WISH Forum. Jorry juga menjelaskan betapa keuangan inklusif erat kaitannya dengan merencanakan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Keuangan inklusif bagi pelajar akan mempermudah mereka mengelola keuangan selama masa studi, memiliki persiapan terhadap hal tak terduga, dan memiliki perencanaan yang matang dalam mencapai cita-cita.

Selain mengisi sesi, Youth Finsight juga membagikan flyer terhadap peserta WISH Forum dan mengajak mereka menjadi responden dari survey nasional Youth Finsight.

Youth Finsight Berdiskusi dengan Pemuda Bangka Belitung

 

Update terkini dari seluruh kegiatan Youth Finsight di Indonesia bagian timur

 

Youth Finsight Menjangkau Indonesia Timur


Youth Finsight memiliki misi untuk menjangkau aspirasi anak muda dari seluruh provinsi di Indonesia. Guna mencapai tujuan tersebut, kami melakukan kunjungan ke Indonesia Timur dan berdialog dengan anak muda disana. Jorry Saroinsong, koordinator surveyor Youth Finsight, mendarat di Ternate, Maluku Utara pada 1 Agustus 2018. Ternate menjadi titik mula Jorry mengunjungi Ambon (Maluku), Sorong (Papua Barat), dan Jayapura (Papua).

Pada setiap kunjungannya, Jorry menemui pemuda setempat untuk berdiskusi dengan mereka mengenai wawasan keuangan, cita-cita, dan bagaimana mereka mempersiapkan masa depan. Para pemuda setempat juga antusias untuk ikut serta mengkampanyekan Youth Finsight.

Mendekati akhir kunjungannya, Jorry juga berkesempatan untuk mengunjungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua dan Papua Barat. Pada kunjungan tersebut Jorry berkesempatan untuk bertemu dengan Misran Pasaribu, Kepala OJK Papua dan Papua Barat. Pertemuan tersebut menjadi ajang dimana Jorry selaku perwakilan Youth Finsight melaporkan hasil diskusinya dengan pemuda setempat serta membicarakan mengenai rencana-rencana OJK Papua dan Papua Barat mengedukasi pemuda mengenai keuangan inklusif.



Youth Finsight Berdiskusi dengan Pemuda Bangka Belitung


Youth Finsight terdiri dari 3 rangkaian kegiatan utama yaitu survey nasional, wawancara, dan forum group discussion (FGD). Salah satu lokasi tempat penyelenggaraan FGD Youth Finsight adalah Bangka Belitung. Youth Finsight menggaet KKN Institut Pertanian Bogor (KKN IPB) dalam pelaksanaan FGD ini.

Dhia Utamie, peserta KKN IPB sekaligus surveyor Youth Finsight, memimpin pelaksanaan 11 sesi FGD di Desa Munggu dan Desa Kelapa, Bangka Belitung. Dhia menjaring pemuda setempat dalam rentang usia 15-29 tahun untuk mendiskusikan wawasan keuangan, layanan keuangan yang mereka gunakan, dan rencana masa depan mereka. Para peserta KKN IPB bahu membahu membagi tugas sebagai mediator, notulen, dan perekam dokumentasi. Selain Bangka Belitung, pelaksanaan FGD juga akan ada di Jakarta, Padang, dan Bogor.