Sebagai anak muda dan mahasiswa, pasti kamu pernah merasa FOMO atau insecure dengan pencapaian teman-teman lain. Rasanya seperti kamu merasa tertinggal dibandingkan dengan yang lain. Eits, ada satu cara yang bisa menghilangkan rasa insecure, bahkan membuat hidupmu bersyukur, lho! Yup, kegiatan volunteer!

Volunteer merupakan proyek sosial yang dilakukan sekelompok orang untuk berkontribusi langsung terhadap isu yang difokuskan. Salah satunya seperti isu pendidikan yang sampai saat ini masih menjadi isu yang hangat dan layak untuk diberikan kontribusi.

Kegiatan volunteer memang menghabiskan tenaga, pikiran, dan materi. Tetapi ada beberapa hal yang membuat kegiatan volunteer menjadi istimewa dibandingkan kegiatan yang lain, lho!

Mengapa Kamu Harus Ikut Volunteer Pendidikan

1. Pendidikan Indonesia Membutuhkan Kontribusimu

Berdasarkan penilaian Program for International Student Assessment (PISA) Indonesia menempati urutan ke-39 dari total 41 negara dalam survei kualitas pendidikan. Selain itu, berdasarkan Asesmen Nasional, ditemukan fakta 1 dari 2 peserta didik belum mencapai kompetensi minimum. 

Kedua hal tersebut menunjukkan betapa memprihatinkan kualitas pendidikan Indonesia saat ini. Banyak anak-anak di Indonesia yang tidak beruntung tidak dapat mengakses pendidikan bahkan putus sekolah karena ekonomi. Fakta mengguncangkan ini memperjelas pentingnya kontribusi remaja sebagai agent of change.

2. Membuatmu Lebih Bersyukur dan Menemukan Nilai Hidup

Satu hal yang mungkin tidak disadari banyak orang, bersyukur adalah satu hal yang mahal. Di luar sana, banyak orang yang tidak beruntung dan membutuhkan bantuan. Menjadi relawan membuat kamu menjadi lebih peduli terhadap sesama dan menyadarkanmu bahwa manusia hidup saling membutuhkan dan saling membantu. 

Justin Bieber, penyanyi populer asal Amerika, pernah melakukan kegiatan volunteer membangun sekolah di Guatemala.  Baginya, volunteer dapat membuka mata lebih lebar dalam melihat dunia.

It is a wake-up call” 

“Each and every one of you, no matter how young or old you are… you can make a difference”.

3. Melatih Soft Skills

Melatih soft skills tidak hanya bisa didapatkan melalui organisasi atau magang, tetapi juga volunteer, lho! Ada empat soft skills yang wajib dikuasai remaja, yaitu kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan manajemen waktu.

Dalam kegiatan volunteer, kamu akan belajar berkolaborasi dengan rekan volunteer, berkomunikasi dengan orang lain, memimpin, serta membagi waktu antara kegiatan kuliah dan volunteering.

Good News!

Untuk kamu yang ingin berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia, AIESEC in Unpad memiliki tawaran yang menarik untukmu!

Local Project Sarasvati merupakan project semi-virtual (hybrid) AIESEC in Unpad yang berfokus pada SDG 4: Quality Education yang berlangsung selama 4 minggu. 

Ada 2 hal menarik yang menjadi fokus dalam kegiatan ini. Kami akan melakukan kampanye untuk menggalang dana untuk pendidikan anak perempuan serta mengajar anak-anak di daerah pedesaan mengenai bahasa Inggris, seni, dan komputer.

Sarasvati akan dilaksanakan secara hybrid dimana akan ada kegiatan luring di minggu ketiga dan keempat. Volunteer akan dilaksanakan pada tanggal 9 Januari 2023 – 4 Februari 2023 dengan berbagai kegiatan yang ga hanya fun, tetapi juga impactful!

Kami terbuka untuk umum terkhusus untuk kamu yang tertarik untuk mengembangkan diri serta memiliki ketertarikan pada SDGs. So, what are you waiting for? Come join us!

Untuk informasi lebih detail, kamu dapat membuka booklet kami di bit.ly/LPSARASVATI_Booklet. Psst… temukan diskon menarik di dalamnya!